Kamis, 26 Juli 2012

Puasa itu menyehatkan

Q. S. Al Mu’minun (23), ayat 71
"Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan (Al Quran) mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu."

Sebagai agama rahmatan lil ‘alamin, Islam jelas sangat membatasi penganutnya dalam hal hawa nafsu. Jika tidak dibatasi alias diumbar, dapat dipastikan dunia ini akan hancur, seperti pernyataan Allah dalam surat Al Mu’minun (23) ayat 71 di atas. Untuk itu, Allah mewajibkan kita untuk berpuasa supaya kita belajar mengendalikan hawa nafsu. Sehingga, percuma saja jika kita berpuasa, namun masih memilki sifat iri, marah, hasut dan sifat lain yang merupakan pencerminan hawa nafsu.

Sifat iri, marah, hasut dan sifat lain yang merupakan pencerminan hawa nafsu, dan dapat menyebabkan penyakit-penyakit karenanya. Oleh karena itu puasa sebagai salah satu latihan untuk mengendalikan sifat-sifat tersebut.

“Puasa yang dilaksanakan dengan iman dan selalu dzikir dengan tujuan taqarrub akan mendatangkan ketenangan sebagaiman firman Allah dalam Al-Qur`an surat 13 ayat 28,".

Dengan berpuasa berlandaskan iman yang mantap, penurunan stimulasi syaraf simpatetik yang terjadi selama sebulan berpuasa diharapkan dapat mengurangi atau meniadakan sisa stres yang tertumpuk selama 11 bulan beraktivitas. Sehingga setelah berpuasa terjadi kondisi kesehatan yang optimal. “Itu sudah bisa dibuktikan secara ilmiah ( Dr dr Ahmad Zainullah, SpP )


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar